Kelurahan Gowongan Bentuk Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TB untuk Perkuat Upaya Eliminasi Tuberkulosis

Oleh Latifah Pusparini

Kota Yogyakarta, 26 Agustus 2026 – Kelurahan Gowongan resmi membentuk Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TB sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) di wilayahnya. Pembentukan tim ini ditetapkan melalui Keputusan Lurah dengan susunan kepengurusan yang melibatkan unsur pemerintah kelurahan, Puskesmas Jetis, kader kesehatan, PKK, Karang Taruna, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Ibu Vita, Lurah Kelurahan Gowongan menyampaikan bahwa keberhasilan penanggulangan TB tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat.

“Kita semua adalah anggota tim pelaksana karena ini adalah kerja bersama. Kita bergerak bersama untuk mencegah penularan dan menambah keberhasilan penemuan kasus TB di masyarakat.”

Pembentukan Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TB menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga edukasi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan SR TB Siklus Indonesia DIY dan SSR TB PKBI Kota Yogyakarta sebagai mitra komunitas untuk menjadi narasumber dalam edukasi mengenai tuberkulosis. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa TB masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat sehingga diperlukan keterlibatan aktif kader dan warga dalam mendukung eliminasi TB di tingkat kelurahan.

Latifah Pusparini perwakilan dari SR TB Siklus Indonesia DIY menegaskan bahwa kader memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, Bapak dan Ibu dapat mengedukasi tetangga, mengidentifikasi kelompok berisiko, membantu proses skrining, serta mendukung pelaksanaan investigasi kontak di masyarakat.”

Selain memperkuat kapasitas kader, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar tuberkulosis, mulai dari penyebab penyakit, cara penularan, gejala, hingga pentingnya pengobatan sampai tuntas. Narasumber menjelaskan bahwa TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam sesi edukasi, narasumber juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penyandang TB.

“TB bukan penyakit keturunan, bukan penyakit karena guna-guna, dan bukan pula penyakit yang harus membuat penderitanya dijauhi. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, maka semakin besar peluang untuk sembuh dan semakin kecil risiko penularannya.”

Para kader mendapatkan pembekalan mengenai peran penting mereka sebagai ujung tombak di masyarakat. Selain memberikan edukasi kepada warga, kader juga diharapkan mampu mengidentifikasi kelompok berisiko, melakukan skrining awal, mendukung proses rujukan pemeriksaan, membantu investigasi kontak, serta melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai alur program. Pembekalan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan CKG dan Active Case Finding (ACF) di wilayah Kelurahan Gowongan.

Melalui pembentukan Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TB, Kelurahan Gowongan menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan warga, diharapkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, pengobatan berjalan hingga tuntas, serta stigma terhadap TB semakin berkurang sehingga target eliminasi TB dapat tercapai.