Edukasi Smoking Prevention for Kids:
Siklus Indonesia Ajak Siswa SDN Suryodiningratan 3 Berani Berkata “Tidak” pada Rokok
Ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa

Upaya mencegah perilaku merokok sejak usia dini terus dilakukan melalui edukasi yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak. Pada 13 Agustus 2026, Siklus Indonesia melaksanakan kegiatan Program CERIA (Cegah Rokok Itu Asyik) di SDN Suryodiningratan 3 Yogyakarta.
Kegiatan ini ditujukan kepada 83 siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Program CERIA memang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran anak mengenai bahaya rokok dan produk tembakau melalui metode yang menyenangkan, partisipatif, serta sesuai dengan usia anak.

Belajar Bahaya Rokok dengan Cara yang Menyenangkan
Edukasi tidak disampaikan melalui metode ceramah semata. Para siswa diajak untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari ice breaking, pemaparan materi, tanya jawab, brainstorming, permainan edukatif, hingga simulasi bahaya rokok. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari metode edukasi pencegahan merokok dalam Program CERIA. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal rokok dan kandungannya, memahami dampak rokok terhadap tubuh dan kesehatan, serta mengetahui pentingnya menjaga diri dari rokok maupun asap rokok.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah simulasi bahaya rokok terhadap paru-paru. Dengan menggunakan alat peraga, materi yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selain mendapatkan pengetahuan, siswa juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan mengambil sikap ketika menghadapi ajakan merokok. Hal ini sejalan dengan tujuan khusus Program CERIA, yaitu menumbuhkan sikap menolak rokok serta menguatkan kemampuan anak dalam menghadapi pengaruh lingkungan dan ajakan merokok.

Kepala Sekolah: Siswa Diharapkan Dapat Menjadi Agen Perubahan
Kepala SDN Suryodiningratan 3, Sumiyati, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan edukasi tersebut.
“Ucapan terimakasih atas nama warga sekolah atas edukasi CERIA, semoga edukasi ini menjadikan siswa memiliki pemahaman tentang bahaya dari rokok. Dan siswa dapat sharing bahaya rokok ke teman-temannya demi kesehatan selalu terjaga.”
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan sekolah dalam membangun kesadaran siswa mengenai bahaya rokok. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman sebaya dan lingkungan di sekitar mereka.
Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan Program CERIA, yaitu mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas rokok.

Membangun Anak yang Berani Berkata “Tidak” pada Rokok
Pencegahan merokok perlu dilakukan sejak dini dengan memberikan informasi yang benar dan membangun kemampuan anak untuk mengambil keputusan yang sehat. Program CERIA menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, diskusi ringan, serta aktivitas kreatif agar pesan pencegahan merokok dapat diterima anak tanpa kesan menggurui.
Melalui edukasi ini, Siklus Indonesia berharap siswa SD Suryodiningratan 3 tidak hanya mengetahui bahaya rokok, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengatakan “tidak” pada rokok, mampu menolak ajakan merokok, serta ikut mengajak teman-temannya untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
Karena menciptakan generasi yang sehat bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang menumbuhkan keberanian anak untuk memilih dan mempertahankan pilihan hidup sehat sejak dini.
Yuk, bersama ciptakan ruang belajar yang membuat anak-anak berani berkata:
“AKU ANAK CERIA, TANPA ROKOK!”