Edukasi TB di SMA Negeri 5 Yogyakarta:

Wujudkan Sekolah Sehat, Generasi Hebat, Bebas TB

Oleh Latifah Pusparini

 

Yogyakarta, 4 September 2026 – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian generasi muda terhadap Tuberkulosis (TB), Siklus Indonesia melaksanakan kegiatan Edukasi TB di Sekolah dengan tema “Sekolah Sehat, Generasi Hebat, Bersama Cegah Tuberkulosis” di SMA Negeri 5 Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XI dengan jumlah peserta kurang lebih 288 siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test dan post-test, penyampaian materi edukasi, hingga skrining TB mandiri. Sebanyak 255 siswa mengikuti pre-test, sementara 217 siswa berpartisipasi dalam skrining TB mandiri.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 5 Yogyakarta, Ibu Daimah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah pengetahuan siswa dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya dalam pencegahan TB.”

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Henri Puteranto, M.Si. selaku Direktur Program dari Siklus Indonesia. Beliau menekankan pentingnya peran sekolah dan generasi muda dalam mendukung upaya pencegahan serta pengendalian TB.

Materi edukasi disampaikan oleh tim edukator, yaitu dr. Ferareza Urbaningrum dan Latifah Pusparini, M.A. Materi yang diberikan mencakup pengenalan TB, cara penularan, faktor risiko, gejala TB, langkah pencegahan di lingkungan sekolah, pentingnya pemeriksaan, pengobatan, serta upaya menghilangkan stigma terhadap orang dengan TB.

Dalam sesi edukasi, siswa juga diajak memahami bahwa TB merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja dan warga sekolah. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai gejala, pencegahan, dan pentingnya pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Materi edukasi juga menekankan pesan “Kenali TB, Cegah Penularannya, Lindungi Teman dan Keluarga.”

Selain itu, salah satu pesan penting yang ditekankan kepada siswa adalah bahwa TB menular melalui udara, terutama ketika seseorang dengan TB yang belum mendapatkan pengobatan batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, ventilasi yang baik, pencahayaan alami, etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat batuk, serta segera melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan TB.

Tidak hanya menerima materi secara satu arah, siswa juga diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan cerita yang berkaitan dengan TB di lingkungan mereka. Sesi ini menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan informasi yang diperoleh dengan kondisi nyata yang mereka temui di keluarga, lingkungan pertemanan, maupun masyarakat.

Edukasi ini juga membawa pesan penting tentang penghapusan stigma. Siswa diajak untuk memberikan dukungan kepada orang yang sedang menjalani pengobatan TB dan tidak melakukan tindakan diskriminatif atau mengucilkan. Sikap saling mendukung menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan inklusif.

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan diri. Melalui skrining TB mandiri, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan mengenali kemungkinan gejala TB sejak dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran siswa sebagai Duta Sekolah Bebas TB. Dengan pengetahuan yang tepat, kepedulian terhadap kesehatan, serta keberanian untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala, generasi muda dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan TB.