Kegiatan Penguatan Community-Led Monitoring (CLM)
Yogyakarta, 29-30 September 2026
Community-Led Monitoring (CLM) menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperkuat peran komunitas dalam pemantauan dan peningkatan kualitas layanan tuberkulosis (TB). Melalui CLM, pasien, penyintas TB, keluarga, pendamping, kader, dan masyarakat dapat menyampaikan penilaian, keluhan, serta pengalaman selama mengakses layanan TB. Informasi tersebut dihimpun melalui platform LaporTBC sebagai data dan bukti berbasis pengalaman komunitas untuk mendorong perbaikan akses, kualitas, dan respons layanan TB.
Dalam rangka memperkuat implementasi CLM, dilaksanakan kegiatan penguatan pemahaman dan kapasitas oleh PR TB Komunitas STPI-Penabulu yang diikuti oleh SR Nasional, SR Provinsi, serta Organisasi Penyintas TB (OPT). Kegiatan membahas konsep dan tujuan CLM, alur pelaksanaan, penggunaan platform LaporTBC, mekanisme verifikasi laporan, pemberian respons, serta pemanfaatan data CLM. Penguatan ini diharapkan dapat memastikan pelaksanaan CLM berjalan secara terstruktur, konsisten, dan berorientasi pada tindak lanjut.
Siklus Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Henri Puteranto dan Latifah Eka Pusparini. Kehadiran Siklus Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan organisasi dan komunitas dalam pemantauan layanan TB. Melalui forum ini, peserta juga memperkuat koordinasi dan pemahaman mengenai pentingnya memastikan setiap laporan atau masukan dari komunitas dapat diverifikasi, ditindaklanjuti, serta dikomunikasikan kembali kepada pelapor.
Pembahasan juga menekankan pentingnya diseminasi dan implementasi CLM secara berjenjang hingga tingkat kabupaten/kota dengan melibatkan SSR/Implementing Unit (IU), Manajer Kasus, Koordinator Kader, Kader, Patient Supporter, dan unsur komunitas lainnya. Hambatan seperti keterbatasan informasi, kendala rujukan dan pengobatan, persoalan dukungan finansial, stigma, diskriminasi, maupun pelanggaran hak pasien perlu terdokumentasi dan ditindaklanjuti agar CLM tidak berhenti sebagai mekanisme pengaduan, tetapi menjadi instrumen perbaikan layanan.
Leave A Comment