SD Muhammadiyah Nitikan dan Siklus Indonesia Edukasi 221 Siswa Melalui Program CERIA untuk Cegah Perilaku Merokok Sejak Dini

Ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa

Upaya pencegahan perilaku merokok pada anak perlu dilakukan sejak usia dini melalui pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan generasi sehat dan bebas rokok, Siklus Indonesia bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Nitikan menyelenggarakan Program CERIA (Cegah Rokok Itu Asyik) yang diikuti oleh 221 siswa kelas 4 dan 5.

Program CERIA merupakan kegiatan edukasi kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran anak mengenai bahaya rokok serta membangun keberanian untuk menolak ajakan merokok. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, diskusi interaktif, simulasi, dan permainan edukatif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara partisipatif, mulai dari refleksi dan diskusi mengenai kandungan berbahaya dalam rokok, simulasi visual sistem pernapasan, hingga permainan edukatif dan pemutaran video yang mendorong kemampuan berpikir kritis serta keberanian menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

Kepala SD Muhammadiyah Nitikan, Saleh Santoso, S.Si., M.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan kesehatan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan kepemimpinan anak.

“Anak-anakku yang dicintai, tubuh yang sehat adalah amanah dari Allah yang wajib kita jaga sebaik-baiknya. Belajar menolak hal yang merusak seperti rokok adalah bentuk keberanian dan kecerdasan sikap. Perlu anak-anak ketahui, baik rokok konvensional maupun vape/rokok elektrik sama-sama mengandung zat adiktif dan racun berbahaya yang merusak tubuh. Jangan pernah tergiur oleh wewangian atau kemasan vape yang tampak menarik, karena di dalamnya tetap ada bahaya yang mengintai kesehatan paru, jantung, dan konsentrasi belajar kalian. Kalian adalah calon pemimpin masa depan; generasi yang kuat tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tangguh dalam menjaga kesehatan jiwa dan raganya.”

Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mendukung upaya pencegahan merokok pada anak.

“Pendidikan tidak akan berjalan maksimal tanpa teladan. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah dan rumah yang bersih, sehat, serta kondusif bagi tumbuh kembang anak. Tugas kita bersama adalah membimbing mereka agar mampu memilah mana yang baik dan bermanfaat bagi masa depannya. Pencegahan merokok pada anak tidak akan berhasil jika sekolah berjalan sendirian. Harus ada sinergi yang utuh antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.”

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya rokok dan asap rokok, tetapi juga menumbuhkan sikap menolak rokok, memperkuat kemampuan menghadapi tekanan lingkungan, serta mendorong siswa menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekolah yang bebas rokok.

Melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat seperti Siklus Indonesia, diharapkan semakin banyak anak yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dirinya dan berani mengatakan “tidak” terhadap rokok maupun rokok elektronik. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.