Edukasi 104 Siswa SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta untuk Cegah Perilaku Merokok Sejak Dini

Ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa

 

Siklus Indonesia kembali menyelenggarakan Program CERIA (Cegah Rokok Itu Asik) sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok pada anak sejak usia sekolah dasar. Kali ini, kegiatan edukasi dilaksanakan di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta dan diikuti oleh 104 siswa kelas 6.

Program CERIA merupakan kegiatan edukatif dan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta kesadaran anak-anak mengenai bahaya rokok dan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa diajak belajar mengenali kandungan berbahaya dalam rokok, dampaknya terhadap kesehatan, serta membangun keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap ajakan merokok. Program ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya rokok, menumbuhkan sikap menolak rokok, menguatkan kemampuan menghadapi pengaruh lingkungan, serta mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah bebas rokok.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari ice breaking, pemutaran video edukasi, simulasi sederhana mengenai dampak rokok terhadap paru-paru, diskusi interaktif, hingga permainan edukatif yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami anak-anak. Pendekatan ini sejalan dengan konsep Program CERIA yang mengedepankan metode belajar sambil bermain agar pesan kesehatan dapat diterima tanpa kesan menggurui.

Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta, Rohimah, S.Pd, menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam melindungi peserta didik dari bahaya rokok.

“Merokok bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah masa depan. Sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.”

Beliau juga berharap kegiatan ini mampu membangun kesadaran siswa untuk memilih hidup sehat.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh siswa memahami bahwa merokok dapat merusak kesehatan paru, jantung, dan prestasi belajar. Lebih dari itu, saya ingin menanamkan kepada kalian bahwa generasi hebat adalah generasi yang sehat, berprestasi, dan terbebas dari asap rokok.”

Lebih lanjut, Rohimah, S.Pd menegaskan pentingnya edukasi pencegahan sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

“Kami percaya bahwa pencegahan merokok sejak dini adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak bisa ditunda. Melalui kegiatan edukasi yang konsisten, terstruktur, dan berbasis bukti ini, kami berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda agar mampu mengambil keputusan cerdas demi tubuh yang sehat dan masa depan yang produktif tanpa hambatan adiksi tembakau.”

Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

“Mari kita jadikan sekolah ini sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Kepada Bapak/Ibu guru saya mohon menjadi teladan, dan kepada anak-anakku saya titip pesan: katakan ‘TIDAK’ pada rokok sejak dini.”

Melalui Program CERIA, Siklus Indonesia percaya bahwa upaya pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Anak-anak yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengambil keputusan sehat akan lebih siap menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.

Siklus Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan Program CERIA di berbagai sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan bebas dari perilaku merokok sejak dini.