Pemerintah Republik Indonesia terus mempercepat upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang digelar di Wilayah Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari pada akhir Januari hingga awal Februari, dengan sasaran 125 orang kontak erat dan kontak serumah indeks tuberkulosis.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Siklus Indonesia IU Kulon Progo, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Dinas Kesehatan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Puskesmas Sentolo I.

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan ceremonial yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) disambut oleh Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko didampingi Dandim 0731 Letkol Inf Dyan Niti Sukma, SIP, Sekda Triyono dan jajaran OPD di Kalurahan Sentolo, dan Tim Siklus Indonesia Kamis (29/1/2026).

Sambutan Wamenkes, dr. Benjamin menjelaskan bahwa pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini bahkan masuk dalam delapan prioritas utama sektor kesehatan nasional, dan menegaskan kehadirannya untuk untuk mempercepat implementasi program unggulan.

Dalam arahannya, dr. Benjamin menekankan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar sebagai negara dengan beban penyakit TBC tertinggi kedua di dunia. Khusus di Kulon Progo, data menunjukkan terdapat sekitar 429 kasus yang terdeteksi, namun diperkirakan masih ada 400 kasus lainnya yang belum ditemukan dan berpotensi menularkan bakteri di tengah masyarakat.

Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 429 kasus TBC di Kulon Progo, dengan konsentrasi kasus terbanyak berada di wilayah Wates dan Sentolo. Untuk mengejar target di tahun 2026, Dinkes akan mengintensifkan Investigasi Kontak (IK) dengan melibatkan kader TBC Siklus Indonesia dan Perguruan tinggi.

Pada kegiatan ACF ini kader Siklus Indonesia, berperan aktif dalam proses registrasi, skrining, dan runner kegiatan. Namun sebelum itu, kader juga melakukan kegiatan IK pada indeks di wilayah Sentolo untuk menentukan sasaran yang akan diundang dalam kegiatan ACF dan meyakinkan keluarga untuk datang.

Kepala Puskesmas Sentolo 1, dr. Renny Lo, menyampaikan bahwa kegiatan ACF merupakan bagian dari strategi terpadu yang melibatkan Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Kulon Progo, dengan non government organization sebagai mitra. dr. Renny Lo mengapresiasi keterlibatan kader siklus yang berperan aktif dalam skrining serta edukasi kesehatan kepada warga.