YOGYAKARTA– Sebagai Sub-Recipient PR Penabulu–STPI, Siklus Indonesia mencatat perkembangan signifikan dalam implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 2021–2025.
Data menunjukkan bahwa cakupan terduga TBC hasil rujukan kader mengalami peningkatan konsisten setiap tahun, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada periode 2023–2024 . Secara keseluruhan, pada tahun 2025 capaian program tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2021, menunjukkan dampak berkelanjutan dari upaya penguatan layanan dan pendampingan berbasis masyarakat.
Tren ini menegaskan semakin kuatnya peran kader dalam melakukan skrining awal dan menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit terakses layanan kesehatan.

Tren Terduga TBC Hasil Rujukan Kader (2021–2025)
Sejalan dengan hal tersebut, penemuan kasus TBC baru oleh kader juga menunjukkan lonjakan signifikan, terutama sejak 2023. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas penguatan kapasitas kader, supervisi lapangan yang berkelanjutan, serta koordinasi yang semakin solid dengan fasilitas layanan kesehatan.

Tidak hanya pada aspek penemuan dan pengobatan, capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) turut mengalami peningkatan tajam. Peningkatan capaian di ketiga indikator ini menjadi bukti nyata kerja kolaboratif antara kader, SSR–IU, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Siklus Indonesia akan terus memperkuat upaya deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan TBC sebagai bagian dari kontribusi menuju target Indonesia Bebas TBC 2030.

Leave A Comment