Edukasi Program CERIA (Cegah Rokok Itu Asyik!) di SD Muhammadiyah Suronatan
Ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa
Pada tanggal 18 Mei 2026, Siklus Indonesia bersama para volunteer mahasiswa Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan edukasi Smoking Prevention for Kids bagi 80 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Suronatan, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang bahaya rokok serta pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai kandungan zat berbahaya yang terdapat dalam rokok, dampaknya terhadap kesehatan tubuh, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebiasaan merokok. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagai aktivitas edukatif yang mendorong partisipasi aktif siswa.
Suasana belajar berlangsung antusias. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait paparan rokok di lingkungan sekitar mereka. Melalui pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami risiko merokok dan membangun kemampuan untuk mengambil keputusan yang sehat di masa depan.
Kepala SD Muhammadiyah Suronatan, M. Slamet Riyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, upaya pencegahan merokok perlu dilakukan sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak yang peduli terhadap kesehatan anak.
“SD Muhammadiyah Suronatan berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan terbebas dari asap rokok. Memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya rokok merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun perilaku hidup sehat sejak dini. Selain itu, sekolah juga menerbitkan aturan dan memasang papan larangan merokok di area sekolah sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi seluruh warga sekolah,” ujar M. Slamet Riyanto, M.Pd.
Program edukasi ini merupakan bagian dari inisiatif Siklus Indonesia dalam mendukung upaya pencegahan penggunaan rokok pada anak dan remaja melalui pendekatan edukasi berbasis sekolah di Kota Yogyakarta. Dengan memberikan informasi yang tepat dan mudah dipahami, anak-anak diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya untuk hidup lebih sehat.
Siklus Indonesia percaya bahwa investasi pada pendidikan kesehatan sejak usia sekolah dasar merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, berdaya, dan terlindungi dari berbagai risiko perilaku yang dapat merugikan kesehatan mereka di masa depan.
Leave A Comment