Yayasan Siklus Sehat Indonesia (YSSI) bekerja sama dengan UNFPA (United Nations Population Fund), berkomitmen untuk meningkatkan akses dan pemahaman remaja di Indonesia mengenai kesehatan reproduksi (Kespro). Pendidikan Kespro yang tepat dan komprehensif sangat penting untuk memberdayakan remaja dalam membuat keputusan yang benar dan bertanggung jawab untuk mencegah kekerasan berbasis gender, kehamilan remaja.
Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya advokasi dan kampanye publik yang strategis, kreatif, dan berdampak luas yang menargetkan pembuat kebijakan, orang tua, tokoh masyarakat, guru, dan yang terpenting, remaja itu sendiri. YSSI dan UNFPA mencari vendor berpengalaman untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kampanye serta inisiatif advokasi dan kampanye publik yang strategis, kreatif, dan inklusif serta berfokus pada pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja untuk mendukung optimalisasi bonus demografi.
TUJUAN KONSULTANSI
Meningkatkan kesadaran, penerimaan, dan dukungan publik terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang komprehensif, akurat, dan inklusif bagi remaja di Indonesia, melalui:
-
Peningkatan pengaruh dalam pengambilan kebijakan kesehatan reproduksi remaja di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
-
Penguatan social acceptance dan interaksi positif terhadap isu kesehatan reproduksi bagi remaja di keluarga dan masyarakat.
HASIL YANG DIHARAPKAN
Vendor diharapkan menyerahkan deliverables berikut:
-
Dokumen Strategi Kampanye & Advokasi, termasuk Key Messages dan Roadmap Advokasi.
-
Paket Lengkap Materi Komunikasi dalam bentuk soft copy (2 produk digital dalam bentuk monolog/podcast) serta 12 konten digital.
-
Laporan Pelaksanaan 3 kegiatan komunitas termasuk dokumentasi praktik baik.
-
Laporan Akhir (Final Report) yang merangkum keseluruhan proses, tantangan, pembelajaran, dan rekomendasi untuk keberlanjutan.
LINGKUP PEKERJAAN
Vendor terpilih akan bertanggung jawab atas, namun tidak terbatas pada, hal-hal berikut:
1. Advokasi & Pengaruh Kebijakan
-
Melakukan analisis situasi untuk memahami lanskap Kespro remaja saat ini, tantangan, stakeholders kunci, dan sentimen publik terhadap isu Kesehatan Reproduksi bagi remaja di Indonesia.
-
Mengembangkan Strategi Kampanye dan Advokasi yang komprehensif, mencakup:
-
Penentuan pesan-pesan kunci (key messages) yang relevan dan sensitif budaya.
-
Identifikasi dan segmentasi target audiens utama.
-
Penentuan kanal komunikasi yang paling efektif (digital, media konvensional, acara tatap muka, dll.).
-
Pengembangan peta jalan advokasi (advocacy roadmap) untuk mempengaruhi kebijakan di tingkat nasional atau daerah.
2. Fase Pengembangan Konten dan Pelaksanaan Kampanye
-
Vendor harus memastikan materi yang dikembangkan mencakup isu Kespro yang mencakup isu pubertas, body image, kesetaraan gender, kekerasan berbasis gender, consent, komunikasi dalam keluarga, mencari bantuan dan keamanan digital.
-
Produksi Konten Digital & Audio Visual (Integrated Social Communication)
-
Menghasilkan 2 produk digital (dalam bentuk monolog/podcast) sebagai konten high-level untuk public awakening.
- Membuat 12 konten digital terintegrasi dan mini toolkit digital tentang isu kesehatan reproduksi untuk masyarakat (contoh: guru, keluarga atau tenaga kesehatan).
-
Mengamplifikasi konten (point i dan ii) di berbagai platform (IG, TikTok, YouTube) dengan format yang beragam (Monolog, Podcast, Social Commentary, Explainer, Social Experiment, POV Content).
-
Keterlibatan Komunitas (Community Engagement):
-
Menyelenggarakan kegiatan publik berbasis partisipatif untuk mengurangi stigma dan membangun interaksi sosial sehat antara remaja, pemerintah, dan masyarakat umum.
3. Fase Advokasi
-
Fasilitasi pertemuan advokasi dengan mendukung YSSI dan UNFPA dalam merencanakan, mempersiapkan materi, dan memfasilitasi pertemuan dengan kementerian, anggota legislatif, atau dinas terkait.
-
Pelatihan Juru Bicara dengan memberikan pelatihan singkat kepada perwakilan YSSI dan UNFPA atau duta remaja tentang cara menyampaikan pesan advokasi secara efektif di berbagai forum.
TENGGANG WAKTU DAN JADWAL KERJA
-
Durasi proyek diperkirakan selama 30 hari terhitung sejak 22 Oktober 2025 sampai 5 Desember 2025.
KUALIFIKASI VENDOR
Vendor yang berminat harus memenuhi kualifikasi minimum sebagai berikut:
-
Berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam merancang dan melaksanakan kampanye sosial, public relations, atau advokasi, diutamakan yang berkaitan dengan isu kesehatan remaja.
-
Memiliki tim inti yang mencakup ahli strategi komunikasi, copywriter, desainer/produser konten digital, dan spesialis advokasi.
-
Mampu menunjukkan portofolio proyek-proyek yang relevan, terutama yang memiliki dampak terukur dalam perubahan perilaku dan social acceptance.
-
Memiliki pemahaman yang baik tentang isu Kesehatan Reproduksi Remaja, sensitif terhadap norma sosial dan budaya Indonesia, namun memiliki perspektif positif terhadap kemampuan remaja.
-
Mampu bekerja secara profesional, tepat waktu, dan komunikatif dengan tim YSSI dan UNFPA.
Kirim lamaran dan CV melalui email dengan
subject: Konsultan Kampanye Kespro
Paling lambat 15 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB ke:
sikluscp10@gmail.com
Leave A Comment