Sejak 2021, Siklus Indonesia menjadi Sub Recipient (SR) dalam program TBC komunitas yang berfokus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui lima unit pelaksana di tingkat kabupaten dan kota, Siklus berupaya memperkuat peran masyarakat dalam menemukan, mendampingi, serta melaporkan kasus TBC secara lebih efektif.
Salah satu upaya penting dalam memutus rantai penularan TBC adalah melalui kegiatan Investigasi Kontak (IK). Investigasi Kontak merupakan proses sistematis yang dilakukan oleh petugas kesehatan atau kader untuk menelusuri individu yang pernah berkontak langsung dengan pasien TBC, baik yang sudah maupun yang belum menjalani pengobatan.

Di tingkat komunitas, kader TBC Siklus Indonesia berperan aktif dalam pelaksanaan Investigasi Kontak.
Kegiatan ini idealnya dilakukan dalam waktu maksimal 15 hari setelah kasus indeks terdiagnosis TBC. Langkah cepat ini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran infeksi lebih luas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Melalui Investigasi Kontak yang terintegrasi dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), kami berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk mencegah penularan TBC sejak dini. Pendekatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan komunitas adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang tangguh dan sadar kesehatan.” Terang Latifah Eka Pusparini, MA , Koordinator program TB dan MEL Siklus DIY.
Melalui pendekatan terintegrasi dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), Investigasi Kontak bertujuan untuk mendeteksi dini kasus TBC, menemukan sumber penularan, melakukan tindakan pencegahan, memutus rantai penularan, dan menangani infeksi sedini mungkin.
Di tingkat komunitas, kader TBC Siklus Indonesia berperan aktif dalam pelaksanaan Investigasi Kontak. Mereka tidak hanya memberikan edukasi terkait TBC, tetapi juga melakukan skrining gejala dan faktor risiko kepada seluruh kontak serumah pasien. Dari hasil skrining tersebut, kontak serumah akan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.
Bagi mereka yang terdeteksi positif TBC akan segera mendapatkan pengobatan, sementara bagi yang teridentifikasi positif Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) akan diberikan terapi pencegahan TPT.
Leave A Comment