Ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa (Community of Practice (CoP) Officer Siklus Indonesia)
JAKARTA– Siklus Indonesia bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Guru SMP dan SLB dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) pada platform Ruang GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan dilakukan oleh Temu Ismail, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Ditjen GTK dan Ciptasari Prabawanti, P.hD., Direktur Siklus Indonesia dihadiri perwakilan Direktorat Guru Pendidikan Dasar, perwakilan Direktorat Guru Pendidikan Khusus dan Pendidikan Menengah dan perwakilan UNFPA Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Temu Ismail, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Ditjen GTK) dan Ciptasari Prabawanti, Ph.D. (Direktur Siklus Indonesia).
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan materi pendidikan kesehatan reproduksi secara komprehensif, inklusif, inovatif dan kontekstual bagi murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Murid Dengan Disabilitas Intelektual (MDDI) Sekolah Luar Biasa (SLB). Melalui integrasi ke dalam LMS Ruang GTK, guru dapat mengakses materi pembelajaran secara mandiri.
Sebagai tahap awal, program ini melibatkan 500 orang guru SMP dari 16 Kabupaten/Kota dan 200 orang guru SLB dari 14 Propinsi di Indonesia. Adapun ruang lingkup program kerja sama ini yaitu:
- Penyusunan modul pembelajaran kesehatan reproduksi untuk guru SLB;
- Integrasi materi ke dalam LMS Ruang GTK berbasis pada Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi SMP dan SLB;
- Uji coba Penggunaan LMS Ruang GTK;
- Pelatihan fasilitator pendamping untuk proses elaborasi dan refleksi penggunaan LMS bagi Guru SLB;
- Launching Program Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Guru SMP dan SLB serta Bimbingan Teknis Penggunaan LMS bagi guru;
- Elaborasi dan Refleksi Pembelajaran LMS Ruang GTK;
- Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran berbasis digital;
- Penyusunan laporan Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Guru SMP dan SLB.

Diskusi kerjasama dihadiri oleh Perwakilan Ditjen GTK, SIklus Indonesia, dan UNFPA Indonesia.
Direktur Siklus Indonesia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas guru melalui pendekatan edukatif, inovatif dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, UNFPA Indonesia juga mengapresiasi langkah kerjasama yang dilakukan oleh Siklus Indonesia dan Sesditjen GTK sebagai langkah awal untuk proses advokasi pendidikan kesehatan reproduksi dimasukkan ke dalam Kurikulum Nasional di tahun mendatang agar bisa diakses oleh semua guru dan dipelajari oleh semua murid di Indonesia. Harapannya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Leave A Comment