Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar kesehatan di Indonesia. Setiap tahun, ribuan orang terinfeksi, dan sebagian belum terjangkau layanan kesehatan yang memadai. Melihat realitas ini, Siklus Indonesia berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Program SR TBC Indonesia, sebuah inisiatif berbasis komunitas yang didukung oleh Global Fund Tuberculosis di bawah PR Komunitas Penabulu STPI.
Sejak 2021, Siklus Indonesia menjadi Sub Recipient (SR) dalam program TBC komunitas yang berfokus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui lima unit pelaksana di tingkat kabupaten/kota, Siklus berupaya memperkuat peran masyarakat dalam menemukan, mendampingi, dan melaporkan kasus TBC secara lebih efektif.
Kolaborasi dan Komunitas di Garis Depan
Program SR TBC Indonesia menempatkan komunitas sebagai ujung tombak eliminasi TBC. Para kader dan pendamping pasien bukan sekadar relawan, tetapi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat — melakukan edukasi, mendampingi pengobatan, dan memastikan pasien tidak putus terapi.
Pendekatan ini terbukti efektif. Melalui kerja kolaboratif bersama puskesmas, rumah sakit, dan dinas kesehatan, program ini mendorong peningkatan cakupan deteksi dini dan keberhasilan pengobatan pasien TBC.

Program SR TBC Indonesia menempatkan komunitas sebagai ujung tombak eliminasi TBC.
“Kader dan pendamping pasien memiliki peran strategis dalam memastikan kesinambungan penanganan TBC di tingkat komunitas. Kolaborasi antara masyarakat dan layanan kesehatan menjadi fondasi penting bagi efektivitas deteksi dini dan keberhasilan pengobatan.” Jelas Latifah Eka Pusparini, MA selaku Koordinator Program TB dan MEL Siklus Yogyakarta.
Keberhasilan program tidak lepas dari kemitraan lintas sektor. Siklus Indonesia membangun jejaring dengan 43 fasilitas kesehatan, 121 puskesmas, serta berbagai organisasi dan lembaga filantropi. Kolaborasi ini memastikan setiap lapisan masyarakat terlibat — mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas lokal. Lebih dari sekadar angka, kolaborasi ini menjadi bentuk nyata bahwa eliminasi TBC hanya bisa dicapai jika semua pihak bergerak bersama.
Sebagai bagian dari Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, Siklus Indonesia berperan penting dalam mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. Fokus utama program periode 2024–2026 mencakup peningkatan investigasi kontak, perluasan terapi pencegahan TBC, dan integrasi data komunitas dengan sistem informasi nasional.
Melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif, Siklus Indonesia membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di komunitas. Dengan semangat “komunitas bergerak, Indonesia sehat,” Siklus terus berkomitmen menjadi bagian dari solusi menuju Indonesia Bebas TBC.
Leave A Comment